Selasa, 30 Desember 2014

Khutbah Burung Pipit


Dalam jenuh sempat ku mengeluh

hampir terjatuh
hikmah itu ku dapat darimu
saat ku tatap sayap-sayap yang tak lelah berkepak;
kadang terjatuh, mencium wajah tanah
lalu kembali terbang melenggang
kau patuhi jalur hidupmu;
sepatuh jingga mentari pada pagi,
setunduk bintang pada malam untuk terang,
setaat ‘abid merintih, merayu beralas selaksa dosa
kau ajarkan ku untuk tersenyum
kau wariskan padaku hakikat bahagia
syukur terhatur,
karena aku bisa berguru padamu
(Semarang, 15 Desember 2009, 05.30 p.m.)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar