Selasa, 05 Januari 2010
kepak kutilang
terbang
terus ku kepak sayap yang sempat patah
aku bisa menjadi elang
meski kini paruh hanya kutilang
mangsa menari di atas bumi
tak peduli aku,
karena belum ku gapai pintu langit-Mu
tamparan angin...gigitan hawa dingin...
sengatan saat ku menjulang
tak letihkan sepak terjang
kau pun tahu
tapi satu, kau tak mampu
sibak tabir mimpiku
Akulah Kutilang;
kian kecil saat terbang,
tapi aku tak 'kan hilang
dan aku...kan pasti datang
(Alfinuro El Azmy-SMG_041009@01.45 p.m.)
Bersemi
purnama ramadhan menjadi mishbah
damaikan niwa-jiwa yang gundah
nur nya menerangi qalbu para perindu
larut dalam syahdu
ada lantunan dalam bibir
ada dzikir dalam fikir
berpadu menjadi satu;
cairkan jiwa yang hampir setahun beku
kelip nujum berhambur
menambah iman subur terkucur
dalam renung sejenak ku terpekur
tersadar lalu ku hatur syukur
(Semarang, 8 Agustus 2009 at 11.24 p.m. )
Menanti Pagi
Pudar,
saat kau coba tiup lilin yang sempat kau nyalakan
Binar,
bintang turun dari singgahsana
lalu menyapa, mencoba hapus duka
lunturnya,
tak mampu padamkan masa lalu
sinarnya,
tak terelak dari kabar fajar tentang matahari
pudar tak kunjung hilang
binar menanti senja menjelang
aku masih di sini dan tetap di sini
hingga bintang mengusung mentari
saat kau coba tiup lilin yang sempat kau nyalakan
Binar,
bintang turun dari singgahsana
lalu menyapa, mencoba hapus duka
lunturnya,
tak mampu padamkan masa lalu
sinarnya,
tak terelak dari kabar fajar tentang matahari
pudar tak kunjung hilang
binar menanti senja menjelang
aku masih di sini dan tetap di sini
hingga bintang mengusung mentari
Minggu, 03 Januari 2010
hidup dinamis
jadilah seperti air laut
selalu bergelombang, bergerak tanpa pernah tercemari warnanya, baunya dan rasanya
selalu bergelombang, bergerak tanpa pernah tercemari warnanya, baunya dan rasanya
Langganan:
Postingan (Atom)



